Business Intelligence, Solusi Memenangkan Persaingan Bisnis

By | July 25, 2010

Image From ( http://information-security-resources.com )

Tingkat persaingan bisnis kian hari semakin berat dan ketat. Seperti dalam sebuah kompetisi sepakbola, persaingan antar tim akan semakin ketat hari demi hari. Strategi untuk memenangkan pertandingan menjadi suatu hal yang sangan menentukan bagi sebuah tim. Begitu pula dalam persaingan bisnis, strategi bisnis sangatlah menentukan perkembangan perusahaan di masa yang akan datang. Perusahaan dinyatakan sebagai pemenang apabila perusahaan tersebut mampu memenuhi produk atau layanan yang diinginkan oleh para pelanggannya. Dan caranya adalah dengan menerapkan strategi bisnis yang tepat.

Disatu sisi, saat  ini penggunaan teknologi informasi yang diintegrasikan dengan proses pekerjaan di sebuah perusahaan sudah menjadi kebutuhan mutlak. Hal ini dikarenakan adanya kebutuhan dari perusahaan tersebut untuk meningkatkan kemampuannya dalam menganalisis masalah-masalah yang dihadapinya serta dalam pengambilan keputusan. Ketersediaan data dan informasi yang lengkap, benar dan tepat sudah menjadi kebutuhan pokok bagi kelangsungan hidup sebuah perusahaan.

Salah satu cara untuk mengembangkan strategi bisnis yang tepat adalah dengan dukungan dari teknologi informasi. Pemanfaatan kemajuan teknologi informasi, diyakini dapat meningkatkan pengambilan keputusan dengan cepat, tepat sasaran, efisien dan mampu mendorong kondisi perusahaan untuk menjadi lebih baik. Business Intelligence (BI) merupakan salah satu bentuk implementasi yang mampu menjawab kebutuhan di atas. BI telah banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan dalam mengelola data dan informasi sampai dengan dukungan pengambilan keputusan.

“]

Image from [ http://latestbusinessupdates.com

Secara ringkas, BI dapat diartikan sebagai pengetahuan yang didapatkan dari hasil analisis data yang diperoleh dari kegiatan (usaha) sebuah perusahaan. BI biasanya dikaitkan dengan upaya untuk memaksimalkan kinerja sebuah perusahaan. Business Intelligence System merupakan istilah yang umumnya digunakan untuk jenis aplikasi ataupun teknologi yang digunakan untuk membantu kegiatan BI, seperti mengumpulkan data, menyediakan akses, serta menganalisa data dan informasi mengenai kinerja perusahaan.

Business Intelligence sendiri muncul pertama kali pada tahun 1989 dan diperkenalkan oleh Howard Dresner dari lembaga riset Gartner Group. Menurutnya, Business Intelligence adalah rangkaian aplikasi dan teknologi untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis, dan menyuguhkan akses data untuk membantu petinggi perusahaan (management executive) dalam pengambilan keputusan. BI mampu memberikan keunggulan kompetitif (competitive advantage) untuk perusahaan melalui pemanfaatan data-data, informasi, dan pengetahuan (knowledge) yang dimiliki oleh perusahaan tersebut sebagai bahan baku dalam proses pengambilan keputusan. BI juga menjanjikan kemampuannya untuk menentukan apa yang diinginkan oleh pelanggan, produk dan pasar. Melihat dari kemampuannya, BI akan membantu sekali dalam bisnis dengan keputusan yang cerdas.

Keunggulan BI dibandingkan sistem komputer lainnya adalah kemampuan mengidentifikasi solusi dengan menyediakan informasi yang relevan dan mudah digabungkan dengan pengambilan keputusan serta mampu beradaptasi dengan perubahan. Melalui pembangunan BI, maka seluruh data dan informasi dapat diintegrasikan sedemikian rupa sehingga menghasilkan dasar pengambilan keputusan yang lengkap. Informasi-informasi yang dulunya tidak dicakupkan sebagai salah satu faktor pengambilan keputusan (terisolasi) dapat dengan mudah dilakukan ‘connect and combine’ dengan menggunakan BI. Data dan informasi yang dihasilkan pun juga menjadi lebih mudah diakses dan lebih mudah untuk dimengerti (friendly-users infos).

Ada tiga buah elemen pengembangan dari Business Intelligence, yaitu :

1. Data Warehouse

Data warehouse merupakan tempat penyimpanan untuk ringkasan dari data historis yang diambil dari basis data-basis data yang tersebar di suatu organisasi. Data warehouse mengumpulkan semua data perusahaan dalam satu tempat agar dapat diperoleh pandangan yang lebih baik dari suatu proses bisnis/kerja dan meningkatkan kinerja organisasi. Data warehouse mendukung proses pembuatan keputusan manajemen.

Tujuan utama dari pembuatan data warehouse adalah untuk menyatukan data yang beragam ke dalam sebuah tempat penyimpanan dimana pengguna dapat dengan mudah menjalankan query (pencarian data), menghasilkan laporan, dan melakukan analisis. Salah satu keuntungan yang diperoleh dari keberadaan data warehouse adalah dapat meningkatkan efektifitas pembuatan keputusan.

2. Data Mining

Data mining adalah ekstraksi informasi atau pola yang penting atau menarik dari data yang berada pada basis data yang besar yang selama ini tidak diketahui tetapi mempunyai potensi informasi yang bermanfaat.

Konsep data mining muncul dikarenakan timbulnya data explosion akibat dari penumpukan data oleh sistem pengolahan basis data terpadu di suatu organisasi. Proses data mining menggunakan berbagai perangkat analisis data untuk menemukan pola dan hubungan dalam data yang mungkin dapat digunakan untuk membuat prediksi yang valid.

3. OLAP (Online Analytical Processing)

OLAP merupakan kunci dari BI, yang digunakan untuk menganalisisis data dan informasi yang pada akhirnya akan menjadi dasar basis Decision Support System (DSS) dan Expert Infotmation System (EIS). Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan melalui OLAP antara lain seperti : menlakukan query, meminta laporan yang ad hoc, mendukung analisis statistik, analisis interaktif, serta membangun aplikasi multimedia.

OLAP merupakan proses komputer yang memungkinkan pengguna dapat dengan mudah dan selektif memilih dan melihat data dari sudut pandang yang berbeda-beda. Data pada OLAP disimpan dalam basis data  multidimensi. Jika pada basis data relasional terdiri dari dua dimensi, maka pada basis data multidimensi terdiri dari banyak dimensi yang dapat dipisahkan oleh OLAP menjadi beberapa sub atribut.

OLAP dapat digunakan untuk data mining atau menemukan hubungan antara suatu item yang belum ditemukan. Pada basis data OLAP tidak perlu memiliki ukuran besar seperti data warehouse, karena tidak semua transaksi membutuhkan analisis tren. Dengan menggunakan open database connectivity (ODBC), data dapat diimpor dari basis data relasional menjadi suatu basis data multidimensi untuk OLAP.

Hingga saat ini penggunaan BI, sudah cukup banyak digunakan oleh perusahaan dan pelaku bisnis baik itu di luar maupun di dalam negeri. Memang penggunaan BI di dalam perusahaan tidaklah mudah. Membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Namun, meskipun membutuhkan investasi yang cukup besar, penerapan BI oleh perusahaan akan mampu membantu pelaku bisnis untuk memenangkan strategi dan bertahan di masa yang akan datang. Namun penggunaan BI, harus tetap diwaspadai oleh perusahaan. Jika tidak, maka investasi yang digunakan akan terbuang sia-sia.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat.

Heru Wijayanto

[ si_heyu@hotmail.com ]

Referensi :

[1] http://blog.simetri.co.id/?p=5

[2] http://stevan777.wordpress.com/2008/01/03/paper-business-intelligence

[3] http://www.metrodata.co.id/news/shownews.asp?id=580&cat=8

[4] http://netsains.com/2010/06/business-intelligence-solusi-berbisnis-secara-cerdas

[5] Han, Jiawei & Kember, Michelin, Data mining Concepts & Techniques, Simon Fraser University Academic Press, USA 2001

[6] Djoni Darmawikarta, Mengenal Data Warehouse, Ilmu Komputer, 2003

[7] Noverino Rifai, Kharizt Attria Gupta, Business Intelligence, ITB, 2004


2 Comments

babag[dot]net on October 7, 2010 at 11:17 pm.

good article her
jadi inget saat kuliah dulu
jangan lupa main main di rumahku juga :) )

Reply

Business Infromation on April 22, 2011 at 10:44 am.

Terimah Kasih Banyak Infonya….. Article nya sungguh sangat membantu…

Reply

Leave Your Comment

Your email will not be published or shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>